Halaman

Jumat, 22 Februari 2013

Unpad Latih 179 Tim PKM Karya Tulis




Jatinangor—Untuk memenuhi kewajiban dari Dinas Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) dalam hal kreativitas mahasiswa, Universitas Padjadjaran mengadakan suatu pelatihan penulisan proposal untuk diajukan ke dikti sendiri. Dalam pelatihan yang digelar di Bale Santika Unpad Jatinangor, Rabu (20/2) tersebut, pihak Unpad memulai dengan pelatihan penulisan proposal untuk pekan kreativitas mahasiswa karya tulis.
Menurut Ketua Pelaksana Pelatihan Penulisan Proposal Benny Sareang, dalam pelatihan ini terdapat dua kategori cabang, yakni gagasan tertulis dan artikel ilmiah. “Selain itu juga ada lima jenis PKM lagi  yang nanti akan dipersiapkan, yaitu , kewirus, teknologi, pengabdian masyarakat, penelitian, karsa cipta,” ujarnya. Untuk PKM Karya Tulis, ia mengatakan, akan diselenggarakan dua hari hingga Kamis (21/2).
Benny mengatakan, dalam pelatihan ini akan dilakukan program konseling, dilanjutkan pemantapan-pemantapan dan finalisasi proposal PKM, dengan konsultsi berkelanjutkan hingga dikirim ke dikti. “Teknis pelatihannya adalah penjelasan umum dari peserta, tata cara penyampaian karya tulis, pembimbingan, presentasi karya tulis, konseling tata cara syarat administratif, hingga pengiriman ke dikti, yang sekarang bisa online,” katanya.
Menurut Benny, untuk tahun ini peserta pelatihan ini mencapai 179 tim, dari 14 fakultas. “Satu tim terdiri atas dua hingga lima orang, dan yang hadir sekarang adalah ketua timnya,” ujarnya. Benny menambahkan, untuk bisa ikut pelatihan tersebut tidak butuh syarat apa-apa, hanya saja diutamakan punya naskah proposal sementara atau judul untuk dipresentasikan.
Benny mengatakan bahwa tahun lalu tim yang lolos di dikti mencapai 30 tim. “Sekarang kita targetkan yang memasukkan 200 tim, mudah-mudahan bisa lolos 35 tim,” ujarnya. Ia mengatakan, target yang diusahakan memang terbilang kecil karena cukup berat.
Benny menambahkan, jatah yang diberikan dikti adalah untuk 480 tim se-Indonesia. “Unpad tidak dapat kuota, jadi harus kerja keras. Yang dapat kuota itu perguruan tinggi yang akreditasinya di bawah standar,” katanya.
Materi pelatihan penulisan ini diberikan oleh tiga orang dosen Unpad, di antaranya Iman Hermawan dari Fakultas Peternakan, Marlen dari Fakultas Tekonologi Industri Pertanian, dan Ade Makmur dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Menurut Iman Hermawan ketika diwawancara, mereka bertiga merupaka satu tim yang beberapa tahun terakhir telah memberikan materi dan pelatihan penulisan proposal karya tulis.
Iman Hermawan menjelaskan, gagasan tertulis sebagai salah satu kategori dalam karya tulis merupakan suatu karya dari harapan mahasiswa yang mengembangkan gagasan brilian untuk membantu persoalan masyarakat. “Untuk gagasan tertulis nanti bisa didanai, atau diloloskan ke pimnas,” ujarnya.
Iman berpendapat, Unpad sekarang dibanding 5 tahun lalu jauh lebih baik, dengan banyak yang ikut PKM ini. “ Namun, dibanding jumlah mahasiswa Unpad yang puluhan ribu, jumlah sekarang masih kurang,” katanya. Afif-mj03

Tidak ada komentar:

Posting Komentar