Jatinangor—Untuk memenuhi kewajiban dari Dinas Pendidikan Tinggi
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) dalam hal kreativitas
mahasiswa, Universitas Padjadjaran mengadakan suatu pelatihan penulisan
proposal untuk diajukan ke dikti sendiri. Dalam pelatihan yang digelar di Bale
Santika Unpad Jatinangor, Rabu (20/2) tersebut, pihak Unpad memulai dengan
pelatihan penulisan proposal untuk pekan kreativitas mahasiswa karya tulis.
Menurut Ketua
Pelaksana Pelatihan Penulisan Proposal Benny Sareang, dalam pelatihan ini
terdapat dua kategori cabang, yakni gagasan tertulis dan artikel ilmiah.
“Selain itu juga ada lima jenis PKM lagi
yang nanti akan dipersiapkan, yaitu , kewirus, teknologi, pengabdian
masyarakat, penelitian, karsa cipta,” ujarnya. Untuk PKM Karya Tulis, ia
mengatakan, akan diselenggarakan dua hari hingga Kamis (21/2).
Benny
mengatakan, dalam pelatihan ini akan dilakukan program konseling, dilanjutkan pemantapan-pemantapan dan finalisasi
proposal PKM, dengan konsultsi berkelanjutkan hingga dikirim ke dikti. “Teknis
pelatihannya adalah penjelasan umum dari peserta, tata cara penyampaian karya
tulis, pembimbingan, presentasi karya tulis, konseling tata cara syarat
administratif, hingga pengiriman ke dikti, yang sekarang bisa online,” katanya.
Menurut Benny,
untuk tahun ini peserta pelatihan ini mencapai 179 tim, dari 14 fakultas. “Satu
tim terdiri atas dua hingga lima orang, dan yang hadir sekarang adalah ketua
timnya,” ujarnya. Benny menambahkan, untuk bisa ikut pelatihan tersebut tidak
butuh syarat apa-apa, hanya saja diutamakan punya naskah proposal sementara
atau judul untuk dipresentasikan.
Benny mengatakan
bahwa tahun lalu tim yang lolos di dikti mencapai 30 tim. “Sekarang kita
targetkan yang memasukkan 200 tim, mudah-mudahan bisa lolos 35 tim,” ujarnya.
Ia mengatakan, target yang diusahakan memang terbilang kecil karena cukup
berat.
Benny
menambahkan, jatah yang diberikan dikti adalah untuk 480 tim se-Indonesia.
“Unpad tidak dapat kuota, jadi harus kerja keras. Yang dapat kuota itu
perguruan tinggi yang akreditasinya di bawah standar,” katanya.
Materi pelatihan
penulisan ini diberikan oleh tiga orang dosen Unpad, di antaranya Iman Hermawan
dari Fakultas Peternakan, Marlen dari Fakultas Tekonologi Industri Pertanian,
dan Ade Makmur dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Menurut Iman
Hermawan ketika diwawancara, mereka bertiga merupaka satu tim yang beberapa
tahun terakhir telah memberikan materi dan pelatihan penulisan proposal karya
tulis.
Iman Hermawan
menjelaskan, gagasan tertulis sebagai salah satu kategori dalam karya tulis
merupakan suatu karya dari harapan mahasiswa yang mengembangkan gagasan brilian
untuk membantu persoalan masyarakat. “Untuk gagasan tertulis nanti bisa
didanai, atau diloloskan ke pimnas,” ujarnya.
Iman
berpendapat, Unpad sekarang dibanding 5 tahun lalu jauh lebih baik, dengan
banyak yang ikut PKM ini. “ Namun, dibanding jumlah mahasiswa Unpad yang
puluhan ribu, jumlah sekarang masih kurang,” katanya. Afif-mj03
Tidak ada komentar:
Posting Komentar