Bandung yang
sekarang secara ekonomi dapat dikatakan berdinamika sangat tinggi. Hal tersebut
dibuktikan dengan kedatangan wisatawan rata-rata 6 juta per tahun yang memicu
kebutuhan komoditi hotel dan bisnis-bisnis lainnya. Kemudian Bandung dari dulu merupakan
kota pendidikan, yang menyebabkan banyak sekali masuknya hal-hal investasi dan
mendatangkan populasi lumayan besar.
Yang jadi permasalahan
saat ini adalah infrastruktur kota tidak mengalami banyak perubahan. Bandung
saat ini semakin mendapat tekanan dari pertumbuhan ekonomi yang berakibat banyak masalah dari sisi
infrastruktur. Di antara masalah tersebut adalah banjir, macet, sampah dan
pedagang kaki lima. Itu empat adalah permasalahan Kota Bandung yang hari ini
sangat kuat. Jika mampu diatasi, Bandung lima tahun ke depan akan jauh lebih
baik.
Untuk mengatasi
macet pemerintah dapat melakukan percepatan infrastruktur untuk transportasi masal.
Busway ditambah, karena sekarang baru
ada dua jalur. MRT monorail yang investronya sudah ada, harus segera
direalisasikan. Selanjutnya bicycling diperbanyak
di seluruh daerah sebagai alternatif kendaraan. Kemudian dapat melakukan peremajaan
angkutan kota dan pendisiplinan lalu lintas, karena banyak parkir sembarangan, terutama
di pasar tumpah. Angkot-angkot kaki lima juga menghabiskan badan jalan.
Masalah banjir
dapat dilihat dari adanya sungai di bandung yang hanya 40 sungai, itu pun sudah
cukup sempit dan dangkal. Akibatnya adalah air turun ke jalan, karena sungainya
sering macet dan gorong-gorongnya rusak. Dulu, sebelum banyak tekanan dari
pemukiman, sungai di Bandung lebar dan dalam. Sungai yang sempit dan dangkal,
gorong-gorong tersumbat, tanah-tanah hijau yang sudah jadi beton, merupakan
tiga hal yang menyebabkan banjir cepat terjadi.
Untuk mengatasi
masalah sampah, inovasi manajemen sampah oleh berbagai pihak masih banyak
masalah. Saat ini pengelolaannya konvensional. Program pengurangan sampah masih
jadi kampanye utama. Penyebab lain adalah karena semakin tinggi jumlah penduduk
dan semakin besar konsumsinya. Jadi selain memperbaiki persampahan, gaya hidup
masyarakat yang mengonsumsi dan menghasilkan sampah juga harus dikurangi.
PKL harus
diatasi segera terkait dengan banyak yang mengambil badan dan bahu-bahu jalan, bahkan sekarang merambat ke taman-taman kota. Satuan
Polisi Pamong Praja merupakan salah satu dinas yang harus direformasi,
diperbesar, diperbarui karena banyak pelanggaran-pelanggaran tata ruang yang
sehari-sehari terjadi di Kota Bandung.
Bandung merupakan
kota yang cukup memiliki identitas. Di antaranya identitas pusat ekonomi
kreatif indonesia, identitas pariwisata urban, dan identitas pendidikan. Hal
tersebut membuat jelas arahnya mau ke mana untuk memperbaiki Bandung. Sejauh
ini ada dua cara yang dapat dilakukan untuk memperbaiki Bandung: memperbaiki infrastruktur
dan mengurangi beban.
Memperbaiki
infrastruktu tadi sudah dijelaskan. Mengurangi beban dapat dilakukan dengan
memindahkan fungsi-fungsi yang sudah tidak relevan ke luar kota. Membuat pusat
pertumbuhan baru, yang sebelumnya ramai di tengah ke utara menjadi ke selatan
timur atau barat.
Bandung juga harus
punya sistem zonasi. Bangunan-bangunan tinggi yang di utara sebaiknya diratakan
ke tengah timur barat. Selanjutnya, sebaiknya tidak ada lagi pembangunan di
daerah utara. Boleh saja membangun, tapi ada fungsi-fungsi atau
kepadatan-kepadatan yang harus diatur. Bandung saat ini masih kekurangan RTH
nya, masih di bawah 10 %. Pemerintah harus ada program pembelian lahan yang
dikonversi menjadi RTH.
Pemerintah harus
pnnya gagasan yang inovatif dngan menyertakan warga bandung. Sekarang dapat
dilihat warga-warga yang kompak di bandung itu sudah sangat banyak. Saya
sendiri memiliki 100 gagasan yang
merupakan ide-ide yang praktis yang dapat membantu menyelesaikan permasalahan Bandung.
100 gagasan ini merupakan mimpi dari lima tahun yang lalu dan lima di antaranya
sudah terealisasikan.
Lima di
antaranya adalah berkebun di kota serta bicycling,
sudah ada 10 halte yang bisa digunakan warga untuk bergerak dalam jarak dkat.
Kemudian ada program satu taman satu komunitas. Sekarang sudah ada taman-taman
songkeng, cempaka, angklung, yang merupakan taman-taman yang terbengkalai lalu
diadopsi oleh beberapa komunitas. Solusi banjir dengan biopori juga sudah
terlaksana bekerja sama dengan beberapa media. Yang terakhir adalah program
satu kampung satu taman bermain dengan memanfaatan taman yang dibeli pihak
swasta untuk jadi taman bermain. Afif-mj03
saya setuju dengan 4 mslah d kota bdg, saran buat mslah sampah koordinasi deng KBB, Tahura karena awalny dari daerah lembang masuk sampah ke Cikapundung
BalasHapuspemecahan macet salah satu nya penertiban PKL dan pengadaan Bus sekolah mungkin bisa meminimalisir kemacetan