BANDUNG—Proses pengemasan kertas surat suara Pemilihan Gubernur
(pilgub) Jawa Barat yang melibatkan masyarakat, untuk daerah pemilihan Kota
Bandung telah menampung hingga kurang lebih 122 orang, pada Selasa (12/2), di
Sekretariat Komisi Pemilihan Umum Kota Bandung. Pada hari itu jumlah warga yang
ikut terus bertambah dalam beberapa jam. Pada hari pertama, jumlah mereka baru
46 orang.
Menurut
Sekretaris Sub Kelompok Kerja Logistik Pemilihan Gubernur Jawa Barat Anwar
Hidayat, masyarakat tersebut dibiayai dengan patokan Rp 100 per lembar yang
dikemas. “Imbalannya diberikan oleh bendahara, sehari setelah hari pengemasan
surat suara. Surat suaranya dihitung dulu di sini,” katanya menjelaskan. Ia
menjelaskan, untuk yang telah diselesaikan pada hari Senin, diberi imbalan pada
Selasa malam.
Salah satu
anggota Sub Kelompok Kerja Logistik Pemilihan Gubernur Jawa Barat Dede Sopian
menjelaskan, warga tersebut tidak hanya melipat dan mengemas saja, tapi juga
menyeleksi dan memeriksa apakah ada surat suara yang tidak sah karena cacat.
“Untuk pengerjaan hari Senin, 46 orang mengerjakan 26.755 lembar. Dari sana
26.556 kertas benar, dan 199 kertas cacat,” katanya.
Anwar
mengatakan, melihat pengerjaan pada Senin lalu, kertas suara yang terselesaikan
masih sangat sedikit. Ia menambahkan, pengerjaan hari Selasa yang telah
melibatkan lebih dari 100 warga akan jadi penilaian, apakah butuh penambahan
atau tidak. “Jumlah dari mereka 2-4 orang per kecamatan, nanti akan dilihat perlu
ditambah atau tidak,” ujarnya.
Namun demikian,
Anwar juga menambahkan, pengerjaan oleh masyarakat itu akan dibatasi hingga
pukul 9 malam. “Kemarin hingga pukul 12 malam, tapi pengawasan dari KPU kurang.
Besok akan dibatasi sampai jam 9 malam, mungkin warganya akan ditambahkan
juga,”katanya.
Saiful, salah
seorang warga Gedebage yang ikut mengemas surat surat suara tersebut
mengatakan, ia melakukan hal tersebut agar memiliki kegiatan. Pria yang
sehari-hari menjaga warung di rumahnya itu menambahkan, ia mau ikut membantu
pengemasan surat suara tersebut karena diajak langsung oleh pihak PPK.
Berbeda dengan
Alfri, pemuda yang sehari-hari bekerja sebagai pengantar makanan itu justru
mendaftarkan diri sendiri untuk ikut membantu pengemasan tersebut. Hal serupa
terjadi pada Sandi, wanita muda yang sehari-harinya tidak memiliki pekerjaan,
dan baru memulai pada Selasa (12/2). Alfri sendiri pada hari pertama telah
menemukan lima kertas suara yang cacat.
Menurut Ketua KPU
Kota Bandung Apipudin, surat suara tersebut dikemas hingga tanggal 15 Februari,
setelah itu didistribusikan ke PPK. “Pada tanggal 16 Februari akan dilakukan
hitung ulang oleh masing-masing PPK tersebut,” katanya. Saat diwawancara ia
juga mengatakan bahwa bilik suara untuk pilgub juga sudah disebar sebanyal
4.022 bilik. Afif-mj03
Tidak ada komentar:
Posting Komentar