BANDUNG—Pasangan Calon Gubernur Dede Yusuf Efendi dan Calon Wakil
Gubernur Lex Laksamana menarik dukungan masyarakat dengan berbagai cara, salah
satunya adalah game yang dinamakan
‘Tendangan Maung’. Game tersebut
seharusnya diluncurkan pertama kali di Hotel Horison, Kamis (14/2), namun terpaksa
ditunda karena suatu hal.
Menurut
Sekretaris Jenderal Pendukung Lex Laksamana, Rasyid, yang mengusung ide
pembuatan game tersebut beberapa
masyarakat yang tergabung dalam Viking Persib dan Slankers Bandung. “Ini ide
Viking dan Slankers, yang mengadakan peluncuran ini juga mereka,” katanya.
Rasyid
mengatakan, game tersebut merupakan
suatu bentuk kampanye kreatif yang dilakukan tim kampanye Dede-Lex bekerja sama
dengan Viking dan Slankers. Namun, ia menjelaskan, bantuan dari dua komunitas
bukan berarti dua komunitas tersebut sudah seutuhnya memberikan dukungan kepada
Dede-Lex. “Mereka belum menyampaikan dukungan secara menyeluruh, baru beberapa
orang, “katanya.
Menurut salah satu anggota Tim
Media Sosial Kampanye Dede-Lex, Kusmaedy, game
tersebut merupakan ide Viking-Slankers bersama Dede-Lex dan tim kampanye. Ia
juga menjelaskan bahwa yang membuat game
tersebut merupakan sebuah kelompok dari tim media sosial mereka. “Salah satunya
adalah Ajun, lulusan Institut Teknologi Bandung,” jelasnya.
Kusmaedy mengatakan, game yang dirancang hanya dalam waktu
dua minggu tersebut merupakan salah satu media penyampaian pesan-pesan dan visi
misi Dede-Lex. “Visi misi akan muncul di sela-sela permainan, ketika mencetak
gol, atau juga ketika kebobolan,”katanya. Ia mengatakan, game ini dapat diakses pada situs www.lexlaksamana.com .
Pada game tersebut akan menampilkan pertandingan sepak bola satu lawan
satu dengan level-level yang terus meningkat, yaitu hingga 10 level. “Pemain
akan diberikan waktu 60 detik untuk bermain,” kata Kusnaedy. Ia menambahkan,
permainan tersebut mengadu ketangkasan siapa yang paling banyak mencetak gol,
hingga melaju ke level selanjutnya.
Menurut Rasyid, peluncuran game oleh Dede-Lex tersebut harus
dibatalkan karena belum mendapatkan izin dari Panita Pengawas Pemilu Kecamatan
Buah Batu. “Ijinnya sudah disampaikan ke KPU, namun ternyata belum sampai ke
Panwaslu,”katanya. Ia juga menyesalkan bahwa acara peluncuran ini direncanakan
dalam waktu mendadak, yaitu tiga hari. Afif-mj03
Tidak ada komentar:
Posting Komentar