Halaman

Jumat, 22 Februari 2013

Megawati dan Jokowi Hadiri Kampanye Rieke-Teten




BANDUNG—Kampanye Cagub-Cawagub Jabar Rieke Dyah Pitaloka-Teten Masduki dihadiri oleh Ketua Umum Partai Demokrat Indonesia Perjuangan dan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo. Pada kampanye yang digelar di Lapangan Simpang Parakamuncang, Cicalengka-Bandung, Sabtu (16/2) tersebut Megawati dan Jokowi tampil sebagai juru kampanye.
Pada kesempatan itu Megawati menyampaikan pidatonya cukup lama sebelum Rieke-Teten bersama Jokowi hadir ke lokasi. Sementara itu Rieke-Teten dan Jokowi hadir ke lokasi, dengan menaiki kereta api dari Jakarta ke stasiun Bandung. “Selanjutnya mereka ke Cicalengka dengan mobil. Sekarang mereka terlambat karena macet,” kata salah seorang tim kampanye dari PDIP di sana.
Dalam pidatonya Megawati mengatakan bahwa ia berharap di Jawa Barat Rieke teten akan bisa menjadi seperti Jokowi dalam perjuangannya memenangkan pilkada dan memimpin DKI Jakarta. Harapan tersebut ternyata dilanjutkan oleh Rieke saat mendapat kesempatan untuk berbicara. “Tidak perlu berkecil hati. Kita bisa seperti Jokowi. Jokowi saja untuk putaran pertama untuk atribut saja nunggu sumbangan kiri kanan,”ujarnya.
Selanjutnya Megawati menghimbau para masyarakat untuk tidak meremehkan perempuan, dalam hal ini Rieke sebagai calon gubernur. Ia mengatakan, ketika ia dua kali maju capres, yang mengalahkannya adalah kaum perempuan sendiri karena tidak mau memilihnya. “Ibu2 bilang mereka memilih yang ganteng, apakah begitu dangkal pemikiran ibu-ibu?,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa ia mengajukan perempuan yang pandai seperti Rieke, yang terkenal sebagai oneng, namun juga lulusan S2.
Megawati juga menghimbau agar masyarakat tidak memilih calon yang pernah terjerat korupsi. “Jika ada calon yang member uang satu orang 300 ribu, berapa banyak orang yang dibayar? Dari mana dia dapat uang?,” ujarnya memberi contoh hasil praktik korupsi. “Saya sendiri menjadikan Rieke-Teten sebagai rekomendasi, tapi saya juga mengatakan kepada mereka, awas kalo korupsi,” katanya.
Megawati melanjutkan dengan mengatakan bahwa Teten merupakan seorang aktivis yang selalu memperjuangkan antikorupsi. Hal tersebut ditegaskan oleh Jokowi saat mendapatkan kesempatan berbicara. “Rieke teten ini calon yang jujur dan bersih. Dengan jujur dan bersih, pemerintahan akan dapat dikelola dengan baik, anggaran dapat dikelola dengan baik, hingga nanti bisa dinikmati masyarakat Jawa Barat,” kata Jokowi dengan singkat dan padat.
Perihal sogokan dan uang bayaran, Megawati berdasarkan pengalamannya mengatakan bahwa praktik tersebut terjadi pada hari tenang. Rieke juga membahas hal tersebut. Ia menganjurkan kepada kepala desa agar bersikap cerdas, yaitu dengan terima uang itu karena itu uang rakyat. “Tapi katakana pada masyarakat untuk ambil uangnya, jangan pilih orangnya,” tegasnya.
Megawati yakin Rieke-Teten akan memenangkan pilgub ini, karena melihat apa yang terjadi pada Jokowi. “Ketika Jokowi akan dipilih di Jakarta, semua orang meramalkan dia akan kalah. Tapi mengapa mereka bisa menang?” katanya meyakinkan warga yang hadir. “Saya lalu berkata, PDIP selalu bekerja bersama rakyat dan tak akan ambil uang rakyat. Hingga waktu itu Jokowi bisa menang, mengapa di Jawa Barat tidak bisa?” katanya. Ia melanjutkan bahwa persoalannya ada pada masyarakat, apalah mau membangun solidaritas, kebersamaan, dan gotong royong untuk bisa memenangkan Rieke-Teten,”ujarnya. Afif-mj03

Tidak ada komentar:

Posting Komentar