Halaman

Jumat, 22 Februari 2013

Dede-Lex Tarik Dukungan dengan Game




BANDUNG—Pasangan Calon Gubernur Dede Yusuf Efendi dan Calon Wakil Gubernur Lex Laksamana menarik dukungan masyarakat dengan berbagai cara, salah satunya adalah game yang dinamakan ‘Tendangan Maung’. Game tersebut seharusnya diluncurkan pertama kali di Hotel Horison, Kamis (14/2), namun terpaksa ditunda karena suatu hal.
Menurut Sekretaris Jenderal Pendukung Lex Laksamana, Rasyid, yang mengusung ide pembuatan game tersebut beberapa masyarakat yang tergabung dalam Viking Persib dan Slankers Bandung. “Ini ide Viking dan Slankers, yang mengadakan peluncuran ini juga mereka,” katanya.
Rasyid mengatakan, game tersebut merupakan suatu bentuk kampanye kreatif yang dilakukan tim kampanye Dede-Lex bekerja sama dengan Viking dan Slankers. Namun, ia menjelaskan, bantuan dari dua komunitas bukan berarti dua komunitas tersebut sudah seutuhnya memberikan dukungan kepada Dede-Lex. “Mereka belum menyampaikan dukungan secara menyeluruh, baru beberapa orang, “katanya.
Menurut salah satu anggota Tim Media Sosial Kampanye Dede-Lex, Kusmaedy, game tersebut merupakan ide Viking-Slankers bersama Dede-Lex dan tim kampanye. Ia juga menjelaskan bahwa yang membuat game tersebut merupakan sebuah kelompok dari tim media sosial mereka. “Salah satunya adalah Ajun, lulusan Institut Teknologi Bandung,” jelasnya.
Kusmaedy mengatakan, game yang dirancang hanya dalam waktu dua minggu tersebut merupakan salah satu media penyampaian pesan-pesan dan visi misi Dede-Lex. “Visi misi akan muncul di sela-sela permainan, ketika mencetak gol, atau juga ketika kebobolan,”katanya. Ia mengatakan, game ini dapat diakses pada situs www.lexlaksamana.com .
Pada game tersebut akan menampilkan pertandingan sepak bola satu lawan satu dengan level-level yang terus meningkat, yaitu hingga 10 level. “Pemain akan diberikan waktu 60 detik untuk bermain,” kata Kusnaedy. Ia menambahkan, permainan tersebut mengadu ketangkasan siapa yang paling banyak mencetak gol, hingga melaju ke level selanjutnya.
Menurut Rasyid, peluncuran game oleh Dede-Lex tersebut harus dibatalkan karena belum mendapatkan izin dari Panita Pengawas Pemilu Kecamatan Buah Batu. “Ijinnya sudah disampaikan ke KPU, namun ternyata belum sampai ke Panwaslu,”katanya. Ia juga menyesalkan bahwa acara peluncuran ini direncanakan dalam waktu mendadak, yaitu tiga hari. Afif-mj03

Rieke Janjikan Kartu Jabar




BANDUNG—Calon Gubernur Rieke Dyah Pitaloka tidak akan menjanjikan kartu asuransi kesehatan ketika dia terpilih, namun ia menjanjikan Kartu Jabar Bangkit. Hal tersebut ia utarakan saat berkampanye di Lapangan Simpang Parakamuncang, Cicalengka, Sabtu (16/2).
Saat itu Rieke dibantu salah satu anggota tim kampanye memperlihatkan bentuk tiruan kartu tersebut yang dibuat dalam ukuran lebih besar. Selanjutnya ia menjelaskan fasilitas apa yang akan didapatkan masyarakat dengan kartu tersebut.
“Dengan kartu ini, tidak akan ada lagi rakyat yang ditolak untuk diobati atau diperiksa di rumah sakit karena miskin,” katanya berteriak. Rieke saat itu juga meminta para warga yang hadir untuk berteriak mengucapkan ‘Paten’, setelah ia menyebutkan keunggulan kartu tersebut.
Selanjutnya Rieke mengatakan, kegunaan kartu tersebut memberikan fasilitas untuk anak yang putus sekolah agar dapat mengejar kelulusan. “Mereka bisa kejar lulus dengan mengikuti sistem paket B dan paket C, di balai desa atau pesantren,”katanya. “Paten!” teriak para warga yang hadir.
Rike melanjutkan, putera-puteri Jawa Barat yang menganggur akan mendapatkan kemudahan dalam bekerja. “Mereka akan mendapatkan pekerjaan, dengan bekerja sama dengan pabrik-pabrik yang ada, seperti di Bandung. Mereka juga kalau mau kerja tidak perlu pake calo atau member uang sogokan,” ujarnya.
Kemudian Rieke juga menyebutkan, dengan kartu tersebut anak-ana dari keluarga tidak mampu, bisa jadi ‘anak-anak’ Jawa Barat. Ia menambahkan, yang dari keluarga tidak mampu, akan bisa dapat pendidikan sampai perguruan tinggi hingga sarjana. “Duitnya kan dari rakyat juga. Kalau ada pendidikan gratis itu bohong, karena sebenarnya ada dana APBD-nya, dan itu uang rakyat,” katanya.
Kampanye tersebut dihadiri oleh Ketua Umum DPP Partai Demokrat Indonesia-Perjuangan Hj Megawati Soekarno Putri, yang datang lebih awal sebelum Rieke-Teten.  Selain itu juga ada Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo sebagai juru kampanye yang hadir bersama Rieke-Teten bersama kereta api dari Jakarta. Afif-mj03

Megawati dan Jokowi Hadiri Kampanye Rieke-Teten




BANDUNG—Kampanye Cagub-Cawagub Jabar Rieke Dyah Pitaloka-Teten Masduki dihadiri oleh Ketua Umum Partai Demokrat Indonesia Perjuangan dan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo. Pada kampanye yang digelar di Lapangan Simpang Parakamuncang, Cicalengka-Bandung, Sabtu (16/2) tersebut Megawati dan Jokowi tampil sebagai juru kampanye.
Pada kesempatan itu Megawati menyampaikan pidatonya cukup lama sebelum Rieke-Teten bersama Jokowi hadir ke lokasi. Sementara itu Rieke-Teten dan Jokowi hadir ke lokasi, dengan menaiki kereta api dari Jakarta ke stasiun Bandung. “Selanjutnya mereka ke Cicalengka dengan mobil. Sekarang mereka terlambat karena macet,” kata salah seorang tim kampanye dari PDIP di sana.
Dalam pidatonya Megawati mengatakan bahwa ia berharap di Jawa Barat Rieke teten akan bisa menjadi seperti Jokowi dalam perjuangannya memenangkan pilkada dan memimpin DKI Jakarta. Harapan tersebut ternyata dilanjutkan oleh Rieke saat mendapat kesempatan untuk berbicara. “Tidak perlu berkecil hati. Kita bisa seperti Jokowi. Jokowi saja untuk putaran pertama untuk atribut saja nunggu sumbangan kiri kanan,”ujarnya.
Selanjutnya Megawati menghimbau para masyarakat untuk tidak meremehkan perempuan, dalam hal ini Rieke sebagai calon gubernur. Ia mengatakan, ketika ia dua kali maju capres, yang mengalahkannya adalah kaum perempuan sendiri karena tidak mau memilihnya. “Ibu2 bilang mereka memilih yang ganteng, apakah begitu dangkal pemikiran ibu-ibu?,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa ia mengajukan perempuan yang pandai seperti Rieke, yang terkenal sebagai oneng, namun juga lulusan S2.
Megawati juga menghimbau agar masyarakat tidak memilih calon yang pernah terjerat korupsi. “Jika ada calon yang member uang satu orang 300 ribu, berapa banyak orang yang dibayar? Dari mana dia dapat uang?,” ujarnya memberi contoh hasil praktik korupsi. “Saya sendiri menjadikan Rieke-Teten sebagai rekomendasi, tapi saya juga mengatakan kepada mereka, awas kalo korupsi,” katanya.
Megawati melanjutkan dengan mengatakan bahwa Teten merupakan seorang aktivis yang selalu memperjuangkan antikorupsi. Hal tersebut ditegaskan oleh Jokowi saat mendapatkan kesempatan berbicara. “Rieke teten ini calon yang jujur dan bersih. Dengan jujur dan bersih, pemerintahan akan dapat dikelola dengan baik, anggaran dapat dikelola dengan baik, hingga nanti bisa dinikmati masyarakat Jawa Barat,” kata Jokowi dengan singkat dan padat.
Perihal sogokan dan uang bayaran, Megawati berdasarkan pengalamannya mengatakan bahwa praktik tersebut terjadi pada hari tenang. Rieke juga membahas hal tersebut. Ia menganjurkan kepada kepala desa agar bersikap cerdas, yaitu dengan terima uang itu karena itu uang rakyat. “Tapi katakana pada masyarakat untuk ambil uangnya, jangan pilih orangnya,” tegasnya.
Megawati yakin Rieke-Teten akan memenangkan pilgub ini, karena melihat apa yang terjadi pada Jokowi. “Ketika Jokowi akan dipilih di Jakarta, semua orang meramalkan dia akan kalah. Tapi mengapa mereka bisa menang?” katanya meyakinkan warga yang hadir. “Saya lalu berkata, PDIP selalu bekerja bersama rakyat dan tak akan ambil uang rakyat. Hingga waktu itu Jokowi bisa menang, mengapa di Jawa Barat tidak bisa?” katanya. Ia melanjutkan bahwa persoalannya ada pada masyarakat, apalah mau membangun solidaritas, kebersamaan, dan gotong royong untuk bisa memenangkan Rieke-Teten,”ujarnya. Afif-mj03

Kampanye dan Jalan Berlobang Sebabkan Jalan Terhambat




BANDUNG—Jalan Raya Rancaekek-Cicalengka sedikit mengalami hambatan dan kepadatan kendaraan pada Sabtu (16/2). Hal tersebut diakibatkan oleh adanya passer tumpah, jalanan yang berlobang dan banjir di sekitar beberapa pabrik, dan ramainya pengunjung kampanye salah satu Calon Gubernur Jawa Barat di Lapangan Simpang Parakan Muncang, Cicalengka, Bandung.
Kapolres Bandung AKBP KMS Ahmad Yamin S Ik melalui Kabag Ops Polres Bandung Kompol Sharly Sollu S Ik mengatakan, kepadatan di jalan mulai dari arah timur dan jalan baru Cicalengka. “Ini juga tidak macet total hanya saja terhambat, mulai dari banjir dan jalan berlobang, ditambah lagi adanya kampanye Rieke-Teten,”ujarnya.
Kompol Sharly juga mengatakan, untuk pengamanan jalur tersebut mereka melakukan sistem buka tutup di bagian timur dan jalan baru menuju Cicalengka. “Selain itu kami juga membuat pagar betis. Di sana kami membagi jalan menjadi tiga, jalur untuk mobil, jalur untuk motor, dan jalur pejalan kaki,” katanya.
Kompol Sharly menambahkan, pasukan yang dikerahkan untuk pengamanan daerah kampanye tersebut berjumlah 500 orang. Ia melanjutkan, dari 500 pasukan tersebut, 150 di antaranya mengamankan daerah sentral kampanye. “Di dalam area kampanye, kami mengamankan sekitar 1500-3000 warga yang hadir,”ujarnya menegaskan. Ia melanjutkan, dalam pengamanan tersebut selain pasukan dari Polres Bandung juga ada pasukan Brimob, Polda, dan juga Linmas.
Menurut Kompol Sharly, di sekitar daerah Parakan Muncang sendiri telah berdiri Pos Polmas Rancaekek sejak tanggal 7 Februari 2013. “Pos tersebut mencakup daerah Rancaekek, Cimalaya, dan Ciparay,” ujarnya. Ia menambahkan, pos tersebut diaktifkan hingga tanggal penutupan suara pilgub Jabar. Afif-mj03

KPU Loloskan Empat Bakal Cawalkot Perseorangan




BANDUNG—Masa penyerahan berkas dukungan pencalonan Wali Kota Bandung jalur perseorangan telah ditutup pada Kamis (16/2) malam. Rapat Pleno KPU Kota Bandung yang digelar pada Sabtu (16/2) memutuskan hanya empat pasangan calon yang lolos, dari enam yang menyerahkan berkas.
Menurut Ketua Pokja Pencalonan Pilwalkot KPU Kota Bandung Evie Ariadne Shinta Dewi, yang lolos ke tahap selanjutnya adalah paslon yang dukungan sah terhitung di atas jumlah 80.678 orang. “Di antara nama-nama yang lolos tersebut adalah pasangan Wahyudin-Tony, Bambang-Alex, Wawan-Sayogo dan Budi-Rizal.
Menurut Evie, untuk pasangan Marsma TNI Wahyudin Karnadinata dan Tony Apriliani, KPU memutuskan mereka lolos dengan jumlah berkas 92.073. Evie menjelaskan, pada penyerahan di awal pasangan ini menyerahkan berkas sejumlah 85.589 berkas. Pasangan ini merupakan pasangan yang pertama kali memberikan berkas dukungan dan terus menambah berkas hingga waktu tanggal ditutup.
Kemudian Evie mengatakan, pasangan Wawan Dewanta dan Muhammad Sayogo lolos ke tahap selanjutnya dengan dukungan sejumlah 93.803 dukungan. Pada saat pertama kali mengumpulkan berkas, paslon ini baru mengumpulkan 62.529 berkas.
Evie melanjutkan, untuk pasangan Bambang Setiadi dan Alex Tahsin Ibrahim, KPU meloloskan berkas sebanyak 100.182 berkas. Sebelumnya pasangan ini berencana menyerahkan hingga 150.000 berkas.  Pasangan ini menjadi pasangan yang paling banyak mengumpulkan dukungan, yang dukungan utamanya bersumber dari Barisan Aliansi Masyarakat Bandung (BAMB).
Selanjutnya pasangan yang lolos penghitungan jumlah berkas dukungan adalah pasangan Budi Dalton dan Rizal Firdaus dengan jumlah 92.371 berkas. Pasangan ini menyerahkan berkas-berkas pada hari terakhir kesempatan yang diberikan KPU.
Sementara dua pasangan lain yang tak diloloskan adalah Hilman-Saeful yang hanya membawa 41.328 dukungan yang sah. Sedangkan pasangan Arifin-Mugi membawa dukungan yang sah mencapai 74.700 berkas.
Menurut Sekretaris Pokja Pencalonan Pilwalkot KPU Kota Bandung Andri Nurdin, tahapan selanjutnya, verifikasi administrasi oleh PPK dan KPU akan dilakukan mulai tanggal 17-19 Februari 2013. “Tadi malam sudah disebar ke setiap PPS,” katanya ketika diwawancarai Ahad (17/2). Setelah itu, tahapan yang akan dilakukan adalah verifikasi faktual dengan metode sensus oleh PPS, pada tanggal 20-28 Februari 2013. Afif-mj03


Jumat, 25 Januari 2013

PLTSa Masih dapat Keraguan



BANDUNG—Pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa) Kota Bandung yang akan dibangun
di Gede Bage yang akan memasuki masa pelelangan investor. Namun perencanaannya masih
memiliki beberapa kekurangan. Kekurangan itu menimbulkan kritikan dari Profesor Okan, ketika
mendatangi rapat perkembangan proses kinerja dan pelelangan pembangungan PLTSa, Selasa
(22/1).

Dalam rapat yang di Balai Kota Bandung tersebut Wali Kota Bandung Dada Rosada
meminta pembahasan persiapan lelang kepada Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional
(Bappenas) yang disampaikan oleh konsultan bidang perencanaan infrastruktur Bappenas, Lukas
Hutagalung. Selain itu Dada juga meminta diperbandingkan dengan persiapan teknis yang telah
dilakukan oleh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Kota Bandung.

Pada tertemuan tersebut Profesor Okan menyampaikan beberapa hal yang membuatnya
ragu akan pembangunan PLTSa. Di antara yang diragukannya adalah jalan masuk ke kawasan
PLTSa yang dikerjakan oleh Dinas Bina Marga Kota Bandung. Menurutnya, jalan masuk yang
berada di KM 149 masih kurang dan harus dikaji ulang. “Bagaimana jika Persib main? Lalu jika
ada sampah yang kluar masuk?" tanyanya setelah semua pihak menjelaskan.

Hal lain yang ia pertanyakan adalah air yang digunakan untuk menjalankan PLTSa.
Mengenai air, Dada Rosada meminta air dapat dipenuhi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM)
sekitar 15 hingga 50 liter per detik. PDAM yang diwakili oleh langsung Direktur Utama PDAM
menyampaikan air yang dapat disalurkan mencapai 20 liter per detik dari daerah Bojong Soang.

Profesor Okan meragukan hal tersebut. Ia berpendapat air 20 liter per detik dari Bojong
Soang hanya akan memfasilitasi air di Bojong Soang. “Bukankah itu baru di Bojong Soang?
Apakah cukup untuk sampai ke PLTSa?”, katanya mempertanyakan. Air tersebut juga harus
dialirkan ke PLTSa dari Bojong Soang dengan menempuh jarak 14 km. Jarak 14 km tersebut
membutuhkan pipa panjang yang tentunya dialirkan melalui lahan penduduk.

Kritikan tersebut diakui oleh Dada Rosada sebagai kekurangan yang harus diatasi. Ia
meminta tanggung jawab dan komitmen untuk penyelesaian pembangunan tersebut. Dada juga
mengharapkan pembangunan PLTSa dapat dibantu oleh berbagai pihak.

Berdasarkan perencanaan Bappenas lelang akan dimulai dengan penerbitan dokumen
lelang kepada peserta lelang pada tanggal 1 Februari 2013. Jadwal lelang yang disampaikan
Bappenas tersebut juga menjadi keraguan bagi Profesor Okan. Ia berharap segala kekurangan
diperbaiki atau segera dijelaskan pada investor sebelum tanggal lelang dibuka yang tinggal
beberapa hari.

Pada rapat tersebut Bappenas menyampaikan beberapa hal terkait jadwal lelang, strategi
konsultasi rancangan perjanjian kerjasama DPRD, konfirmasi mekanisme pembayaran tipping
fee melalui SKPD, status lahan proyek, ketersediaan air untuk proyek, pintu masuk ke lokasi
proyek melalui tol Purbaleunyi, penerapan TKDN, serta mekanisme pemasokan sampah oleh PD
Kebersihan. Afif-mj03

FAM-NU Tuntut Pendataan Ulang DPT



BANDUNG—Forum Aktivis Muda Nahdhatul Ulama Jawa Barat melakukan unjuk rasa yang menuding
Komisi Pemilihan Umum Jawa Barat tidak bekerja sama sekali. Pasalnya, mereka mendapatkan sekitar
4 juta data pemilih tetap (DPT) yang hilang. Tudingan tersebut disampaikan di kantor KPU Jawa Barat, Jl
Garut, Jumat (18/1).

Data yang dimiliki oleh FAM-NU menyebutkan (Data Penduduk Pemilih Potensial Pemilu) DP4 yang ada
seharusnya berjumlah 36, 64 juta, namun yang KPU menyebutkan hanya 32,53 juta DPT. “Itu artinya
ada 4 juta penduduk yang kehilangan suara, dan 4 juta itu jumlah yang tidak main-main,” kata Asep
Hadian Permana, yang berlaku sebagai koordinator lapangan aksi tersebut. Ia menambahkan, “Salah sat
kecamatan yang kehilangan itu Kecamatan Lengkong, yaitu 60 ribu penduduk”.

Unjuk rasa yang dilakukan setelah shalat Jumat tersebut menuntut empat hal. Hal tersebut di antaranya
menuntut tanggung jawab KPU terhadap hilangnya jumlah DPT, pendataan ulang jumlah DPT, tuntutan
agar KPU luber dan jurdil, serta harapan KPU mengumumkan sesegera mungkin DPT yang telah diperiksa
ulang.

Tuntutan tersebut tak lama kemudian ditanggapi oleh Komisioner KPU Jawa Barat, Aang Ferdiman.
Menurut Aang, KPU belum pernah melakukan sejarah penghapusan data pemilih. Namun, pada
kenyataannya, KPU Jawa Barat telah melakukannya untuk Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) kali ini.
“Kami memiliki data-data yang harus dihapus untuk DPT dengan berbagai alasan,” ujar Aang.

Aang menyebutkan bahwa data yang dihapuskan dari DPT terdiri atas 26 % penduduk dengan data
ganda, 14 % penduduk meninggal dunia, 9 % tidak diketahui jasadnya di mana, sisanya penyebab
lainnya yang didata oleh Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP). Aaang melanjutkan, Penyebab
penghapusan jumlah DPT terbesar dikarenakan penduduk yang pindah alaman dari Jawa Barat. “44 %
DPT dihapus karena penduduk pindah alamat, di antaranya menjadi TKI,” kata Aang. Lebih rinci Aang
menyebutkan bahwa kabupaten yang paling sedikit kehilangan suara tersebut adalah Kabupaten Banjar,
dan yang paling banyak Kabupaten Bandung.

Dalam pendudukan masalah antara KPU dan FAM-NU di ruang Media Center KPU tersebut Aang juga
menyanggah bahwa KPU tidak bekerja. Setelah menyebutkan data-data tersebut, Aang memuji bahwa
PPDP benar-benar bekerja.

Di samping itu Aang juga menjawab tuntutan lain dari FAM-NU, di antaranya sikap luber dan jurdil.
“Sejauh ini di KPU tidak ada kesalahan terstruktur,” katanya. Untuk pengumuman ulang perihal DPT,
Aang menanggapi bahwa KPU selalu mengumumkan kepada masyarakat yakni adanya situs KPU yang
berisikan data-data pemilih.

Asep, Korlap aksi FAM-NU yang ikut pendudukan masalah tersebut ternyata masih belum menerima
penjelasan yang diberikan Aang. Pasalnya, ia mendapatkan data rinci bahwa di Desa Bojongloa Kidul ada
8 ribu penduduk yang belum terdaftar sebagai pemilih. Aksi unjuk rasa tersebut hanya berujung pada

penuntutan kembali dari FAM-NU agar KPU mendata ulang DPT, karena adanya perbedaan fakta yang
diterima. Afif-mj03