Saatnya berkreasi. Saatnya beraksi. Aksi untuk diri sendiri, Aksi untuk orang tua, Aksi untuk kampus, Aksi untuk bangsa, dan Aksi untuk Dunia. Semua dituangkan dalam berbagai kreasi. Menerima Pembuatan Karikatur, Komik, Ilustrasi Buku Cerita dan Buku Sekolah, Desain Kaos, Poster, Booklet Tahunan Sekolah, Pemotretan dan Edit Foto, dll. Hubungi 089658438350 atau mention @afif_permana . Selamat Menikmati Kreasi dan Aksi kita :)
Jumat, 25 Januari 2013
PLTSa Masih dapat Keraguan
BANDUNG—Pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa) Kota Bandung yang akan dibangun
di Gede Bage yang akan memasuki masa pelelangan investor. Namun perencanaannya masih
memiliki beberapa kekurangan. Kekurangan itu menimbulkan kritikan dari Profesor Okan, ketika
mendatangi rapat perkembangan proses kinerja dan pelelangan pembangungan PLTSa, Selasa
(22/1).
Dalam rapat yang di Balai Kota Bandung tersebut Wali Kota Bandung Dada Rosada
meminta pembahasan persiapan lelang kepada Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional
(Bappenas) yang disampaikan oleh konsultan bidang perencanaan infrastruktur Bappenas, Lukas
Hutagalung. Selain itu Dada juga meminta diperbandingkan dengan persiapan teknis yang telah
dilakukan oleh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Kota Bandung.
Pada tertemuan tersebut Profesor Okan menyampaikan beberapa hal yang membuatnya
ragu akan pembangunan PLTSa. Di antara yang diragukannya adalah jalan masuk ke kawasan
PLTSa yang dikerjakan oleh Dinas Bina Marga Kota Bandung. Menurutnya, jalan masuk yang
berada di KM 149 masih kurang dan harus dikaji ulang. “Bagaimana jika Persib main? Lalu jika
ada sampah yang kluar masuk?" tanyanya setelah semua pihak menjelaskan.
Hal lain yang ia pertanyakan adalah air yang digunakan untuk menjalankan PLTSa.
Mengenai air, Dada Rosada meminta air dapat dipenuhi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM)
sekitar 15 hingga 50 liter per detik. PDAM yang diwakili oleh langsung Direktur Utama PDAM
menyampaikan air yang dapat disalurkan mencapai 20 liter per detik dari daerah Bojong Soang.
Profesor Okan meragukan hal tersebut. Ia berpendapat air 20 liter per detik dari Bojong
Soang hanya akan memfasilitasi air di Bojong Soang. “Bukankah itu baru di Bojong Soang?
Apakah cukup untuk sampai ke PLTSa?”, katanya mempertanyakan. Air tersebut juga harus
dialirkan ke PLTSa dari Bojong Soang dengan menempuh jarak 14 km. Jarak 14 km tersebut
membutuhkan pipa panjang yang tentunya dialirkan melalui lahan penduduk.
Kritikan tersebut diakui oleh Dada Rosada sebagai kekurangan yang harus diatasi. Ia
meminta tanggung jawab dan komitmen untuk penyelesaian pembangunan tersebut. Dada juga
mengharapkan pembangunan PLTSa dapat dibantu oleh berbagai pihak.
Berdasarkan perencanaan Bappenas lelang akan dimulai dengan penerbitan dokumen
lelang kepada peserta lelang pada tanggal 1 Februari 2013. Jadwal lelang yang disampaikan
Bappenas tersebut juga menjadi keraguan bagi Profesor Okan. Ia berharap segala kekurangan
diperbaiki atau segera dijelaskan pada investor sebelum tanggal lelang dibuka yang tinggal
beberapa hari.
Pada rapat tersebut Bappenas menyampaikan beberapa hal terkait jadwal lelang, strategi
konsultasi rancangan perjanjian kerjasama DPRD, konfirmasi mekanisme pembayaran tipping
fee melalui SKPD, status lahan proyek, ketersediaan air untuk proyek, pintu masuk ke lokasi
proyek melalui tol Purbaleunyi, penerapan TKDN, serta mekanisme pemasokan sampah oleh PD
Kebersihan. Afif-mj03
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar