Saatnya berkreasi. Saatnya beraksi. Aksi untuk diri sendiri, Aksi untuk orang tua, Aksi untuk kampus, Aksi untuk bangsa, dan Aksi untuk Dunia. Semua dituangkan dalam berbagai kreasi. Menerima Pembuatan Karikatur, Komik, Ilustrasi Buku Cerita dan Buku Sekolah, Desain Kaos, Poster, Booklet Tahunan Sekolah, Pemotretan dan Edit Foto, dll. Hubungi 089658438350 atau mention @afif_permana . Selamat Menikmati Kreasi dan Aksi kita :)
Jumat, 25 Januari 2013
HMI Awali Tuntutan Pengesahan RUU Kamnas
BANDUNG—Sekelompok pemuda dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) melakukan aksi
damai di depan Gedung Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Jawa Barat, Jl Diponegoro
No 22 Bandung, Kamis (17/1). Aksi damai tersebut merupakan usaha HMI untuk kembali
mengangkat isu Rancangan Undang-undang Kemanan Nasional (RUU Kamnas) yang tenggelam
karena isu-isu nasional lainnya, untuk disahkan.
Unjuk rasa yang tetap dilakukan dalam keadaan gerimis tersebut menyuarakan aspirasi
kepada peemerintah untuk mengkaji ulang dan mengesahkan RUU Kamnas. Dalam orasinya,
para pemuda tersebut sangat berharap RUU segera disahkan untuk mewujudkan stabilitas
keamanan negara. Menurut mereka dalam secarik kertas yang disebar kepada masyarakat
sekitar, stabilitas nasional merupakan ‘tiang penyangga’ untuk membangun masyarakat yang
sejahtera.
Selain stabilitas nasional, dalam kertas tersebut HMI juga menuntut pengesahan RUU Kamnas
disegerakan. Febby, Komandan Lapangan Aksi Damai tersebut terus mengumandangkan
tuntutan tersebut dalam orasinya, dan ketika diwawancarai oleh Republika. Ia mengakui ada
kekhawatiran akan ada politisasi dan konflik kepentingan antara Tentara Nasional Indonesia
(TNI) dan Polisi Republik Indonesia (Polri) jika RUU Komnas tidak segera disahkan.
Pengkajian ulang RUU Kamnas juga menjadi poin utama dalam aksi tersebut. “RUU Kamnas
masih memiliki kelemahan, seperti definisi keamanan nasional menurut DPR,” teriak Febby
ketika berorasi di depan gedung yang dikawal sekelompok polisi tersebut. Mereka berharap
pengkajian ulang RUU ini oleh legislator harus dapat dimaksimalkan dengan baik, agar
menghasilkan undang-undang yang sehat. “Kalau bisa masyarakat kecil juga diajak,” tambah
Dicky, yang juga bertugas Komandan Lapangan saat itu .
Meskipun hanya mengikutsertakan segelintir anggota HMI, aksi damai tersebut diharapkan
menjadi inisasi untuk pengangkatan kembali isu RUU Kamnas untuk dirampungkan. Dicky
mengatakan, aksi yang bertujuan pengingatan itu baru dilakukan di Jakarta dan Jawa Barat.
“Akan ada aksi-aksi serupa di daerah lain, dan di sini juga dalam jumlah yang banyak. Saat ini
peserta unjuk rasa sepi karena kami menyegerakan, dan faktor cuaca juga, padahal awalnya
kami merencanakan 30 orang untuk ikut,” ujar Febby, mantan komisariat HMI menambahkan.
Aksi HMI tersebut tidak langsung digubris DPRD Jawa Barat yang siang itu menjadi target
terdekat dalam aksi damai. Ketika akan dimintai tanggapannya, Anggota Komisi A DPRD Jawa
Barat yang menangani masalah hukum ternyata tidak berada di lokasi sekretariat. Afif-mj03
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar