Saatnya berkreasi. Saatnya beraksi. Aksi untuk diri sendiri, Aksi untuk orang tua, Aksi untuk kampus, Aksi untuk bangsa, dan Aksi untuk Dunia. Semua dituangkan dalam berbagai kreasi. Menerima Pembuatan Karikatur, Komik, Ilustrasi Buku Cerita dan Buku Sekolah, Desain Kaos, Poster, Booklet Tahunan Sekolah, Pemotretan dan Edit Foto, dll. Hubungi 089658438350 atau mention @afif_permana . Selamat Menikmati Kreasi dan Aksi kita :)
Jumat, 25 Januari 2013
Penjual Makanan: Tiga Hari tanpa Daging Sapi
BANDUNG— Aksi mogok yang dilakukan penjual daging sapi di Kota Bandung mengakibatkan para
penjual makanan berdaging sapi tak memiliki pasokan daging untuk dijual. Namun, para pedagang
tersebut memperkirakan menjual makanan tanpa daging sapi hanya dalam tiga hari, mulai Selasa (22/1).
Untuk hari pertama aksi mogok, Senin (21/1), para penjual makanan masih dapat menjual daging sapi
dalam dagangannya.
Aksi mogok pedagang daging sapi disebabkan harga daging sapi yang terus naik hingga hari ini.
Hal tersebut dikarenakan pasokan daging yang langka, bahkan kosong. Namun, Kepala Dinas Peternakan
Provinsi Jawa Barat H Kosmayadie TP menanggapi, kelangkaan hanya terjadi di Kota Bandung, bukan se-
Jawa Barat. Menurutnya, sebenarnya daging sapi ada, yang diimpor lewat check point Banjar ke Rumah
Pemotongan Hewan (RPH). Masalahnya ada di RPH yang tidak mendapatkan pasokan daging tersebut.
Di Pasar Cihaurgeulis daging sapi asli dijual dengan harga kisaran Rp 85.000 hingga Rp 90.000.
Hal tersebut diungkapkan oleh Oom Komariah, pedagang sate di Jalan Surapati. Ibu tersebut membeli
daging sapi bagian pinggang di Pasar Cihaurgelis seharga Rp 90.000. Untuk satu hari ia biasanya membeli
pasokan daging sapi sebanyak satu kilogram. Namun, ia mengaku daging yang ia beli dengan harga Rp
90.000 sudah dimulai sejak lama.
Suratno, seorang penjual bakso mendapatkan daging sapi untuk bakso seharga Rp 85.000. Ia
mengatakan, harga daging tersebut terus naik dari beberapa minggu yang lalu mulai dari Rp 78.000.
“Sebelumnya Rp 78.000, terus naik jadi Rp 80.000, sampai sekarang Rp 85.000. Yang Rp 85.000 ini sudah
dalam tiga hari sebelum mogok,” katanya. Untuk satu hari, Suratno membeli daging sebanyak dua
kilogram.
Dua pedagang makanan berkandungan daging sapi asli tersebut mengaku mengetahui akan ada
pemogokan dari penjual daging pada hari Minggu (20/1). Oom dapat membeli daging sehari sebelum
mogok, dengan harga yang sama. Namun, ia hanya mampu membeli untuk penjualan satu hari saja.
“Modalnya nggak cukup,” katanya. Suratno yang juga mengetahui sebelum hari mogok dimulai justru
mengaku tidak mendapatkan pasokan daging pada hari Minggu. Alhasil, ia tak menjual bakso sejak hari
pertama mogok.
Untuk daging sapi krewedan beberapa pedagang makanan dapat membelinya dengan harga
Rp 35.000 hingga Rp 40.000. Dwi, penjual gule sapi dan soto ayam gombong mengatakan, terakhir kali
membeli daging sapi krewedan seharga Rp 40.000. Lain lagi dengan Andre yang biasa membeli daging
sapi di pagi hari sebelum berdagang, masih dengan harga Rp 35.000. Dua pedagang tersebut masih
mendapatkan daging sapi untuk dijual pada hari pertama mogok.
M Syahrul, pedagang masakan padang di JL Surapati juga mengakui bahwa harga daging sapi asli
terus naik hingga Rp 85.00 per kilo gram. “Harga daging terus naik sejak Idul Fitri mulai dari Rp 63.000.
Padahal biasanya bertahan setelah penaikan harga saat Idul Fitri,” ujarnya. Beda dengan yang lain, M
Syahrul mendapatkan pasokan daging sapi sebanyak enam kilogram, untuk tiga hari ke depan. Afif-mj03
(Laporan saya ketika menjadi wartawan job training di Republika Jawa Barat)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar