Halaman

Jumat, 22 Februari 2013

Taruna Merah Putih Dukung Rike-Teten




BANDUNG—Kampanye Rieke-Teten di Lapangan Simpang Parakamuncang, Cicalengka, Bandung juga diramaikan dengan adanya pos kesehatan oleh Taruna Merah Putih. Pada Sabtu (16/2) tersebut Taruna Merah Putih mulai pukul 10.00 WIB melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap masyarakat, sembari para tokoh Partai Demokrat Indonesia Perjuangan, Rieke-Teten, Megawati, dan Jokowi memberikan pidato.
Menurut salah satu dokter pada posko tersebut, dr Monang Tampubolon, pos kesehatan tersebut merupakan sebuah usaha dalam kenteks menyukseskan pasangan Rieke-Teten pada tanggal 24 Februari mendatang. “Ini semua ini Rieke yang memfasiltasi, dan ini bukti dukungan untuk Rieke,”katanya ketika diwawancarai seusai kampanye berlangsung.
Dr Monang melanjutkan, pos kesehatan Taruna Merah Putih yang diketuai oleh Nico Siahaan ini merupakan yang kedua kalinya. “Sebelumnya tanggal 12 Februari di Cibinong. Di mana Rieke kampanye, kita ada di situ,” katanya. Ia menjelaskan, pada kesempatan di Cicalengka tersebut dapat menghimpun masyarakat yang berobat sekitar 250 orang. Sebelumnya di Cibinong mencapai 346 orang. “Kita masih ada satu kali lagi sebelum tanggal 24,”ujarnya.
Menurut dr Monang, kegiatan ini bukan sekadar bakti sosial karena mereka bisa mendapatkan statistik yang lebih akurat mengenai kebutuhan kesehatan masyarakat. “Jadi kita bisa mengira-ngira dua hal, yang pertama daerah ini endemik penyakitnya apa, yang kedua mengetetahui apakah frekuensi sebuah penyakit di Jawa Barat cukup tinggi,”kata pensiunan dosen Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Jakarta tersebut. Dalam kesempatan tersebut mereka melakukan pelayanan kesehatan layaknya di puskesmas, seperti pemeriksaan gula darah, asam urat dan kolesterol.
Selanjutnya dr Monang menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu alat untuk membuat peta politik. “Dengan melihat tanggapan masyarakat pada apa yang dilakukan rieke di tempat ini, kita dapat melihat opini masyraakat terhadap citra diri Rieke,”ujarnya. Menurutnya, jika pos ini sepi berarti masyarakat cukup skeptic. Sebaliknya jika banyak, berarti masyarakat optimis terhadap calon ini.
Pada wawancara tersebut dr Monang mengakui bahwa ia menghormati Rieke-Teten karena belum terkontaminasi masalah korupsi, ataupun masalah rumah tangga. “Nanti kalau dia terpilih saya akan sodorkan berbagai program di berbagai bidang. Kita akan mengangkat masalah pendidikan, tata ruang, kesehatan,” katanya berharap. Afif-mj03


Unpad Latih 179 Tim PKM Karya Tulis




Jatinangor—Untuk memenuhi kewajiban dari Dinas Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) dalam hal kreativitas mahasiswa, Universitas Padjadjaran mengadakan suatu pelatihan penulisan proposal untuk diajukan ke dikti sendiri. Dalam pelatihan yang digelar di Bale Santika Unpad Jatinangor, Rabu (20/2) tersebut, pihak Unpad memulai dengan pelatihan penulisan proposal untuk pekan kreativitas mahasiswa karya tulis.
Menurut Ketua Pelaksana Pelatihan Penulisan Proposal Benny Sareang, dalam pelatihan ini terdapat dua kategori cabang, yakni gagasan tertulis dan artikel ilmiah. “Selain itu juga ada lima jenis PKM lagi  yang nanti akan dipersiapkan, yaitu , kewirus, teknologi, pengabdian masyarakat, penelitian, karsa cipta,” ujarnya. Untuk PKM Karya Tulis, ia mengatakan, akan diselenggarakan dua hari hingga Kamis (21/2).
Benny mengatakan, dalam pelatihan ini akan dilakukan program konseling, dilanjutkan pemantapan-pemantapan dan finalisasi proposal PKM, dengan konsultsi berkelanjutkan hingga dikirim ke dikti. “Teknis pelatihannya adalah penjelasan umum dari peserta, tata cara penyampaian karya tulis, pembimbingan, presentasi karya tulis, konseling tata cara syarat administratif, hingga pengiriman ke dikti, yang sekarang bisa online,” katanya.
Menurut Benny, untuk tahun ini peserta pelatihan ini mencapai 179 tim, dari 14 fakultas. “Satu tim terdiri atas dua hingga lima orang, dan yang hadir sekarang adalah ketua timnya,” ujarnya. Benny menambahkan, untuk bisa ikut pelatihan tersebut tidak butuh syarat apa-apa, hanya saja diutamakan punya naskah proposal sementara atau judul untuk dipresentasikan.
Benny mengatakan bahwa tahun lalu tim yang lolos di dikti mencapai 30 tim. “Sekarang kita targetkan yang memasukkan 200 tim, mudah-mudahan bisa lolos 35 tim,” ujarnya. Ia mengatakan, target yang diusahakan memang terbilang kecil karena cukup berat.
Benny menambahkan, jatah yang diberikan dikti adalah untuk 480 tim se-Indonesia. “Unpad tidak dapat kuota, jadi harus kerja keras. Yang dapat kuota itu perguruan tinggi yang akreditasinya di bawah standar,” katanya.
Materi pelatihan penulisan ini diberikan oleh tiga orang dosen Unpad, di antaranya Iman Hermawan dari Fakultas Peternakan, Marlen dari Fakultas Tekonologi Industri Pertanian, dan Ade Makmur dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Menurut Iman Hermawan ketika diwawancara, mereka bertiga merupaka satu tim yang beberapa tahun terakhir telah memberikan materi dan pelatihan penulisan proposal karya tulis.
Iman Hermawan menjelaskan, gagasan tertulis sebagai salah satu kategori dalam karya tulis merupakan suatu karya dari harapan mahasiswa yang mengembangkan gagasan brilian untuk membantu persoalan masyarakat. “Untuk gagasan tertulis nanti bisa didanai, atau diloloskan ke pimnas,” ujarnya.
Iman berpendapat, Unpad sekarang dibanding 5 tahun lalu jauh lebih baik, dengan banyak yang ikut PKM ini. “ Namun, dibanding jumlah mahasiswa Unpad yang puluhan ribu, jumlah sekarang masih kurang,” katanya. Afif-mj03

Ridwan Kamil : Perbaiki Bandung



Bandung yang sekarang secara ekonomi dapat dikatakan berdinamika sangat tinggi. Hal tersebut dibuktikan dengan kedatangan wisatawan rata-rata 6 juta per tahun yang memicu kebutuhan komoditi hotel dan bisnis-bisnis lainnya. Kemudian Bandung dari dulu merupakan kota pendidikan, yang menyebabkan banyak sekali masuknya hal-hal investasi dan mendatangkan populasi lumayan besar.
Yang jadi permasalahan saat ini adalah infrastruktur kota tidak mengalami banyak perubahan. Bandung saat ini semakin mendapat tekanan dari pertumbuhan ekonomi yang  berakibat banyak masalah dari sisi infrastruktur. Di antara masalah tersebut adalah banjir, macet, sampah dan pedagang kaki lima. Itu empat adalah permasalahan Kota Bandung yang hari ini sangat kuat. Jika mampu diatasi, Bandung lima tahun ke depan akan jauh lebih baik.
Untuk mengatasi macet pemerintah dapat melakukan percepatan infrastruktur untuk transportasi masal. Busway ditambah, karena sekarang baru ada dua jalur. MRT monorail yang investronya sudah ada, harus segera direalisasikan. Selanjutnya bicycling diperbanyak di seluruh daerah sebagai alternatif kendaraan. Kemudian dapat melakukan peremajaan angkutan kota dan pendisiplinan lalu lintas, karena banyak parkir sembarangan, terutama di pasar tumpah. Angkot-angkot kaki lima juga menghabiskan badan jalan.
Masalah banjir dapat dilihat dari adanya sungai di bandung yang hanya 40 sungai, itu pun sudah cukup sempit dan dangkal. Akibatnya adalah air turun ke jalan, karena sungainya sering macet dan gorong-gorongnya rusak. Dulu, sebelum banyak tekanan dari pemukiman, sungai di Bandung lebar dan dalam. Sungai yang sempit dan dangkal, gorong-gorong tersumbat, tanah-tanah hijau yang sudah jadi beton, merupakan tiga hal yang menyebabkan banjir cepat terjadi.
Untuk mengatasi masalah sampah, inovasi manajemen sampah oleh berbagai pihak masih banyak masalah. Saat ini pengelolaannya konvensional. Program pengurangan sampah masih jadi kampanye utama. Penyebab lain adalah karena semakin tinggi jumlah penduduk dan semakin besar konsumsinya. Jadi selain memperbaiki persampahan, gaya hidup masyarakat yang mengonsumsi dan menghasilkan sampah juga harus dikurangi.
PKL harus diatasi segera terkait dengan banyak yang mengambil badan dan bahu-bahu jalan, bahkan  sekarang merambat ke taman-taman kota. Satuan Polisi Pamong Praja merupakan salah satu dinas yang harus direformasi, diperbesar, diperbarui karena banyak pelanggaran-pelanggaran tata ruang yang sehari-sehari terjadi di Kota Bandung.
Bandung merupakan kota yang cukup memiliki identitas. Di antaranya identitas pusat ekonomi kreatif indonesia, identitas pariwisata urban, dan identitas pendidikan. Hal tersebut membuat jelas arahnya mau ke mana untuk memperbaiki Bandung. Sejauh ini ada dua cara yang dapat dilakukan untuk memperbaiki Bandung: memperbaiki infrastruktur dan mengurangi beban.
Memperbaiki infrastruktu tadi sudah dijelaskan. Mengurangi beban dapat dilakukan dengan memindahkan fungsi-fungsi yang sudah tidak relevan ke luar kota. Membuat pusat pertumbuhan baru, yang sebelumnya ramai di tengah ke utara menjadi ke selatan timur atau barat. 
Bandung juga harus punya sistem zonasi. Bangunan-bangunan tinggi yang di utara sebaiknya diratakan ke tengah timur barat. Selanjutnya, sebaiknya tidak ada lagi pembangunan di daerah utara. Boleh saja membangun, tapi ada fungsi-fungsi atau kepadatan-kepadatan yang harus diatur. Bandung saat ini masih kekurangan RTH nya, masih di bawah 10 %. Pemerintah harus ada program pembelian lahan yang dikonversi menjadi RTH.
Pemerintah harus pnnya gagasan yang inovatif dngan menyertakan warga bandung. Sekarang dapat dilihat warga-warga yang kompak di bandung itu sudah sangat banyak. Saya sendiri memiliki 100 gagasan  yang merupakan ide-ide yang praktis yang dapat membantu menyelesaikan permasalahan Bandung. 100 gagasan ini merupakan mimpi dari lima tahun yang lalu dan lima di antaranya sudah terealisasikan.
Lima di antaranya adalah berkebun di kota serta bicycling, sudah ada 10 halte yang bisa digunakan warga untuk bergerak dalam jarak dkat. Kemudian ada program satu taman satu komunitas. Sekarang sudah ada taman-taman songkeng, cempaka, angklung, yang merupakan taman-taman yang terbengkalai lalu diadopsi oleh beberapa komunitas. Solusi banjir dengan biopori juga sudah terlaksana bekerja sama dengan beberapa media. Yang terakhir adalah program satu kampung satu taman bermain dengan memanfaatan taman yang dibeli pihak swasta untuk jadi taman bermain. Afif-mj03

Keterlibatan Warga untuk Surat Suara Terus Bertambah



BANDUNG—Proses pengemasan kertas surat suara Pemilihan Gubernur (pilgub) Jawa Barat yang melibatkan masyarakat, untuk daerah pemilihan Kota Bandung telah menampung hingga kurang lebih 122 orang, pada Selasa (12/2), di Sekretariat Komisi Pemilihan Umum Kota Bandung. Pada hari itu jumlah warga yang ikut terus bertambah dalam beberapa jam. Pada hari pertama, jumlah mereka baru 46 orang.
Menurut Sekretaris Sub Kelompok Kerja Logistik Pemilihan Gubernur Jawa Barat Anwar Hidayat, masyarakat tersebut dibiayai dengan patokan Rp 100 per lembar yang dikemas. “Imbalannya diberikan oleh bendahara, sehari setelah hari pengemasan surat suara. Surat suaranya dihitung dulu di sini,” katanya menjelaskan. Ia menjelaskan, untuk yang telah diselesaikan pada hari Senin, diberi imbalan pada Selasa malam.
Salah satu anggota Sub Kelompok Kerja Logistik Pemilihan Gubernur Jawa Barat Dede Sopian menjelaskan, warga tersebut tidak hanya melipat dan mengemas saja, tapi juga menyeleksi dan memeriksa apakah ada surat suara yang tidak sah karena cacat. “Untuk pengerjaan hari Senin, 46 orang mengerjakan 26.755 lembar. Dari sana 26.556 kertas benar, dan 199 kertas cacat,” katanya.
Anwar mengatakan, melihat pengerjaan pada Senin lalu, kertas suara yang terselesaikan masih sangat sedikit. Ia menambahkan, pengerjaan hari Selasa yang telah melibatkan lebih dari 100 warga akan jadi penilaian, apakah butuh penambahan atau tidak. “Jumlah dari mereka 2-4 orang per kecamatan, nanti akan dilihat perlu ditambah atau tidak,” ujarnya.
Namun demikian, Anwar juga menambahkan, pengerjaan oleh masyarakat itu akan dibatasi hingga pukul 9 malam. “Kemarin hingga pukul 12 malam, tapi pengawasan dari KPU kurang. Besok akan dibatasi sampai jam 9 malam, mungkin warganya akan ditambahkan juga,”katanya.
Saiful, salah seorang warga Gedebage yang ikut mengemas surat surat suara tersebut mengatakan, ia melakukan hal tersebut agar memiliki kegiatan. Pria yang sehari-hari menjaga warung di rumahnya itu menambahkan, ia mau ikut membantu pengemasan surat suara tersebut karena diajak langsung oleh pihak PPK.
Berbeda dengan Alfri, pemuda yang sehari-hari bekerja sebagai pengantar makanan itu justru mendaftarkan diri sendiri untuk ikut membantu pengemasan tersebut. Hal serupa terjadi pada Sandi, wanita muda yang sehari-harinya tidak memiliki pekerjaan, dan baru memulai pada Selasa (12/2). Alfri sendiri pada hari pertama telah menemukan lima kertas suara yang cacat.
Menurut Ketua KPU Kota Bandung Apipudin, surat suara tersebut dikemas hingga tanggal 15 Februari, setelah itu didistribusikan ke PPK. “Pada tanggal 16 Februari akan dilakukan hitung ulang oleh masing-masing PPK tersebut,” katanya. Saat diwawancara ia juga mengatakan bahwa bilik suara untuk pilgub juga sudah disebar sebanyal 4.022 bilik. Afif-mj03

Benjang Meriahkan Pendaftaran Cawalkot Perseorangan



Benjang Meriahkan Pendaftaran Cawalkot Perseorangan
BANDUNG—Pendaftaran calon Wali Kota Bandung perseorangan yang diawali dengan penyerahan dukungan masyarakat diramaikan oleh arak-arakan kesenian Benjang, Rabu (13/2) di Sekretariat Komisi Pemilihan Umum Kota Bandung. Kesenian Benjang tersebut merupakan komunitas yang dibawa oleh Bambang Setiadi, yang mendaftarkan diri bersama pasangannya Alex Tahsin. 

Menurut Bambang, ia membawa kesenian Benjang tersebut sebagai bukti alah memeriahkan pesta demorasi pemilihan Wali Kota Bandung. “Benjang ini member warna tersendiri untuk pilwakot. Selain itu ini juga merupakan tanda-tanda adanya proses pencarian Wali Kota Bandung yang baru di sini, jangan sampai masyarakat tidak tahu,” kata Ketua Barisan Aliansi Masyarakat tersebut. 

Benjang yang dibawa oleh Bambang-Alex merupakan komunitas Benjang Panca Komara yang berasal dari Ujung Berung. Menurut Pimpinan Komunitas Panca Komara Asep Bajir, mereka yang ikut meramaikan pendaftaran tersebut mencapai 20 orang. “Benjang dipilih karena berasal dari Ujung Berung, dan Bambang sendiri merupakan warga Ujung Berung, “ katanya menambahkan. 

Arak-arakan kesenian Benjang siang itu bermula dari daerah Ujung Berung hingga 100 meter sebelum memasuki Sekretarian KPU Kota Bandung. Siang itu, jalanan Soekarno-Hatta yang biasanya macet, sedikit bertambah macet untuk beberapa saat karena keramaian di sana. “Macet pun hanya sebentar, kami juga kemudian berjalan 100 meter dari sini,” kata Bambang. 

Menurut Bambang, hari itu ia membawa pendukung dari 5 orang perwakilan setiap kecamatan. Ia menambahkan, hari itu ia membawa berkas dukungan sekitar 114.000 dukungan. “Kita akan membawa 150 ribu dukungan, hari ini segitu dulu, besok ditambah lagi,” kata Bambang yang semula berencana memberikan berkas pada hari Minggu (10/2). Afif-mj03